MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR 3
“Peran Universitas Gunadarma
Dalam Pelestarian Nilai-Nilai Budaya”
NAMA : SOPHIA RATNA WILIS
KELAS : 1KA33
NPM : 16111866
UNIVERSITAS GUNADARMA
ATA 2011/ 2012
PERNYATAAN
Dengan
ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya
buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.
Apabila
terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100
untuk mata kuliah ini.
P e n y u s u n
N P M
|
Nama Lengkap
|
Tanda Tangan
|
16111866
|
Program SarjanaSistem Informasi
UNIVERSITAS GUNADARMA
i
KATA PENGANTAR
Puji
dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, berkat
karuniaNya makalah Peran Universitas Gunadarma Dalam Pelestarian Nilai-Nilai
Budaya selesai pada waktunya. Penulis juga
mengucapkan terima kasih kepada Bapak Muhammad Burhan Amin, selaku dosen Ilmu
Budaya Dasar. Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari pada sempurna. Oleh
karena itu, penulis berharap kritik dan saran bagi pembaca sekalian. Semoga
makalah ini dapat memberi wawasan dan bermanfaat bagi pembaca sekalian.
Bekasi,
17 April 2012
Penulis
ii
DAFTAR ISI
PERNYATAAN................................................................................................................... i
KATA PENGANTAR..........................................................................................................ii
DAFTAR ISI...................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.............................................................................................................. 1
B. Tujuan............................................................................................................................ 4
C. Sasaran........................................................................................................................... 4
BAB II PERMASALAHAN.............................................................................................. 5
BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI............................................................ 7
Referensi............................................................................................................................. 8
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh
sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya
terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik,
adat istiadat, bahasa,
perkakas, pakaian,
bangunan,
dan karya seni.
Bahasa,
sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri
manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara
genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi
dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya,
membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat
kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku
komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan
sosial manusia.
Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika
berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya. Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan
oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri.
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat.
Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala
sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki
oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.Herskovits
memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke
generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan
pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan
struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala
pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
1
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan
keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan,
kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan
lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Menurut Selo Soemardjan
dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta
masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian
mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan
dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia,
sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang
diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan
benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan
hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya
ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
Ada beberapa
pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara
lain sebagai berikut:
- Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
Ø
Alat-alat teknologi
Ø
Sistem ekonomi
Ø
Keluarga
Ø
Kekuasaan politik
- Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
Ø Sistem norma
sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk
menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
Ø Organisasi
ekonomi
Ø Alat-alat
dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah
lembaga pendidikan utama)
Ø Organisasi
kekuatan (politik)
2
Menurut J.J.
Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan
artefak.
- Gagasan (Wujud ideal)
Wujud ideal
kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai,
norma-norma, peraturan,
dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan
ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga
masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu
dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam
karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.
- Aktivitas (tindakan)
Aktivitas
adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam
masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial.
Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi,
mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia
lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan.
Sifatnya konkret, terjadi dalam
kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.
- Artefak (karya)
Artefak
adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya
semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat
diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di antara ketiga
wujud kebudayaan. Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud
kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain.
Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada
tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.
Nilai-nilai budaya merupakan nilai- nilai yang disepakati dan
tertanam dalam suatu masyarakat, lingkup organisasi, lingkungan masyarakat,
yang mengakar pada suatu kebiasaan, kepercayaan (believe),
simbol-simbol, dengan karakteristik tertentu yang dapat dibedakan satu dan
lainnya sebagai acuan prilaku dan tanggapan atas apa yang
3
akan terjadi
atau sedang terjadi. Nilai-nilai
budaya akan tampak pada simbol-simbol, slogan, moto, visi misi, atau sesuatu
yang nampak sebagai acuan pokok moto suatu lingkungan atau organisasi.
Ada tiga hal
yang terkait dengan nilai-nilai budaya ini yaitu :
1.
Simbol-simbol, slogan atau yang
lainnya yang kelihatan kasat mata (jelas)
2.
Sikap, tindak laku, gerak gerik yang
muncul akibat slogan, moto tersebut
3.
Kepercayaan yang tertanam (believe
system) yang mengakar dan menjadi kerangka acuan dalam bertindak dan
berperilaku (tidak terlihat).
A.
Tujuan
1.
Agar Mahasiswa Universitas
Gunadarma mengetahui pengtingnya pelestarian nilai-nilai budaya Indonesia.
2.
Agar seluruh mahasiswa dan
masyarakat di lingkungan Universitas Gunadarma berperan aktif dalam pelestarian
nilai-nilai budaya.
3.
Agar budaya Indonesia tidak
diklaim Negara lain.
B.
Sasaran
1.
Supaya kegiatan pelestarian
nilai-nilai budaya di Universitas Gunadarma terlaksana.
2.
Supaya semua masyarakat di
Universitas Gunadarma turut ikut serta dalam pelestarian nilai-nilai budaya
3.
Supaya sikap Dosen, staff, dan
mahasiswa Universitas Gunadarma dapat sesuai dengan nilai-nilai budaya
Indonesia.
4
BAB II
PERMASALAHAN
Masalah nilai-nilai budaya bangsa
Indonesia, menunjukkan titik – titik kelemahan
dari kebudayaan Indonesia yang
menghambat pembangunan nasional. Kelemahan utamanya antara lain mentalitas
meremehkan mutu, mentalitas suka menerabas, sifat tidak percaya kepada diri
sendiri, sifat tidak berdisiplin murni, mentalitas suka mengabaikan
tanggungjawab. Cara berpikir dan bertindak suku – suku di
Indonesia umumnya yang menguntungkan dan merugikan pembangunan.
Analisis
permasalahan Peran Universitas Gunadarma
Dalam Pelastarian Nilai-Nilai Budaya dengan memperhatikan dan
mempertimbangkan kondisi lingkungan
internal maupun eksternal dilihat dari aspek :
1. Kekuatan
(Strength)
a.
Masyarakat di
Universitas Gunadarma yang cinta tanah air
b.
Peran aktif Dosen
Universitas Gunadarma dalam mewujudkan pelestarian nilai-nilai budaya Indonesia
c.
Memperkokoh
Persatuan dan Kesatuan Bangsa di lingkungan Universitas Gunadarma dalam
pelestarian budaya
d.
Hukum tentang
budaya yang berlaku di Indonesia
2. Kelemahan
(Weakness)
a.
Pengaruh
Globalisasi
b.
Sikap acuh tak
acuh masyarakat Indonesia, terutama mahasiswa Gunadarma terhadap budaya
Indonesia
c.
Perilaku dan
sikap mahasiswa Gunadarma yang sudah kebarat-baratan.
d.
Kurangnya
aspirasi dari para pemimpin Universitas Gunadarma
3. Peluang (Opportunity)
a.
Berkembangnya
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
b.
Berkembangnya ekstrakulikuler
tentang budaya di Universitas Gunadarma
c.
Sarana dan
prasarana yang mendukung dan memadai di Universitas Gunadarma
d.
Makin bertambah
luas budaya-budaya Indonesia
5
4. Tantangan/
Hambatan (Threats)
a.
Konflik yang
terjadi antar mahasiswa di Indonesia
b.
Kurangnya
fasilitas untuk mensosialisasikan kebudayaan Indonesia
c.
Peningkatan
kemampuan berpikir masyarakat khususnya di Universitas Gunadarma
d.
Masyarakat Indonesia
lebih tertarik dengan budaya barat
6
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
-
Nilai-nilai
Budaya Indonesia harus dilestarikan, agar tidak diklaim Negara lain.
-
Masyarakat harus
berperan aktif dalam pelestarian budaya Indonesia, khususnya masyarakat di
Universitas Gunadarma
-
Pengaruh
globalisasi dapat berdampak buruk terhadap kebudayaan Indonesia
-
Sikap
patriotisme, nasionalisme bangsa
Indonesia sangat penting bagi kebudayaan Indonesia.
B. Rekomendasi
-
Memperkokoh
Persatuan dan Kesatuan Bangsa di lingkungan Universitas Gunadarma dalam
pelestarian budaya
-
Sikap acuh tak
acuh masyarakat Indonesia, terutama mahasiswa Gunadarma terhadap budaya
Indonesia
-
Berkembangnya
ekstrakulikuler tentang budaya di Universitas Gunadarma
-
Peningkatan
kemampuan berpikir masyarakat khususnya di Universitas Gunadarma
7
Referensi
8


Tidak ada komentar:
Posting Komentar