MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR 4
“Citra Individu Dan Keluarga
Menciptakan
Tata Nilai Dalam Masyarakat”
NAMA : SOPHIA RATNA WILIS
KELAS : 1KA33
NPM : 16111866
UNIVERSITAS GUNADARMA
ATA 2011/ 2012
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Mata
Kuliah :
Ilmu Budaya
Dasar
Dosen : Muhammad Burhan Amin
Topik Makalah
citra individu dan keluarga
Menciptakan tata NILAI dalam
masyarakat
Kelas
: 1-KA33
Tanggal Penyerahan Makalah : 15 Juni 2012
Tanggal Upload Makalah : 16 Juni 2012
P E R N Y A T A A N
Dengan ini saya
menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat
sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.
Apabila terbukti tidak benar, saya
siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.
P e n y u s u n
N P M
|
Nama Lengkap
|
Tanda Tangan
|
Program Sarjana Sistem Informasi
UNIVERSITAS GUNADARMA
i
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan
Yang Maha Esa, berkat karuniaNya Makalah Citra Individu Dan Keluarga Menciptakan
Tata Nilai Dalam Masyarakat selesai pada waktunya. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada
Bapak Muhammad Burhan Amin, selaku dosen Ilmu Budaya Dasar. Penulis menyadari
bahwa makalah ini jauh dari pada sempurna. Oleh karena itu, penulis
berharap kritik dan saran bagi pembaca sekalian. Semoga makalah ini dapat
memberi wawasan dan bermanfaat bagi pembaca sekalian.
Bekasi, 14 Juni 2012
Penyusun
ii
DAFTAR ISI
PERNYATAAN...................................................................
i
KATA
PENGANTAR..........................................................
ii
DAFTAR
ISI........................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang.............................................................1
B. Tujuan......................................................................... 3
C. Sasaran....................................................................... 3
BAB II PERMASALAHAN........................................................... 4
BAB III PENUTUP
1. Kesimpulan...............................................................
6
2. Rekomendasi............................................................. 6
REFERENSI.................................................................................. 7
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Dalam kehidupan bermasyarakat, para individu menyepakati berbagai aturan
mengenai sesuatu yang baik dan buruk, patut dan tidak patut, dihargai dan tidak
dihargai, penting dan tidak penting. Aturan-aturan ini berfungsi untuk
mewujudkan keteraturan sosial. Kesepakatan aturan inilah yang disebut dengan
nilai sosial. Apabila nilai sosial tersebut dianggap cocok oleh seluruh
warga, maka nilai itu dijadikan landasan
hidup bersama yang akan terus disosialisasikan dan diwarisi secara
turun-menurun kepada generasi berikutnya. Misalnya para orang tua yang
mendidik anaknya untuk bersikap sopan dan santun, sering menolong sesama
makhluk hidup dan nilai-nilai gotong royong. Penerapan nilai sosial dapat kita
amati saat seorang mahasiswa bersikap jujur maka para dosen akan menilai baik,
sedangkan ketika seorang mahasiswa berbohong maka dia akan dinilai buruk
perilakunya.
Setiap masyarakat memiliki tata nilai yang berbeda dengan masyarakat
lainnya tergantung pada nilai sosial dan kebudayaan masyarakat yang
bersangkutan. Oleh karena itu nilai sosial dan kebudayaan pada masyarakat
tertentu dapat dianggap baik
oleh warganya, tetapi dapat dianggap tidak
baik oleh warga masyarakat lain. Pengertian tentang nilai sosial dari
para tokoh sosiologi pada dasarnya sama, yakni : suatu perilaku atau tindakan
individu yang dianggap baik oleh kebanyakan warga masyarakatnya.
Mari kita pahami pengertian nilai sosial dari para tokoh :
a) Kimball
Young berpendapat bahwa nilai sosial adalah asumsi yang abstrak dan sering
tidak disadari apa yang baik dan benar dan apa yang dianggap penting oleh
masyarakat.
b) A.W. Green berpendapat bahwa nilai sosial
sebagai kesadaran yang secara relatif berlangsung disertai emosi terhadap
obyek.
c) Soerjono Soekanto berpendapat
bahwa nilai sosial adalah konsepsi abstrak didalam diri manusia mengenai apa
yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk.
1
d) C. Kluckhon berpendapat bahwa
nilai sosial adalah ukuran-ukuran yang dipakai untuk mengatasi kemauan pada
saat dan situasi tertentu.
Ciri nilai
sosial di antaranya sebagai berikut.
·
Merupakan konstruksi masyarakat sebagai hasil
interaksi antarwarga masyarakat.
·
Disebarkan di antara warga masyarakat (bukan bawaan
lahir).
·
Terbentuk melalui sosialisasi
(proses belajar)
·
Merupakan bagian dari usaha pemenuhan kebutuhan dan
kepuasan sosial manusia.
·
Bervariasi antara kebudayaan
yang satu dengan kebudayaan yang lain.
·
Dapat memengaruhi pengembangan diri sosial
·
Memiliki pengaruh yang berbeda antarwarga masyarakat.
·
Cenderung berkaitan satu sama lain.
Keluarga dapat memberikan peranan terpenting dalam tata nilai dalam
masyarakat. Karena keluarga dapat memotivasi setiap individu di dalam
keluarganya masing-masing. Fungsi keluarga yaitu :
ü Fungsi agama
> sebagai sarana awal memperkenalkan nilaai-nilai religius kepada anggota
keluarga baru. Dalam proses sosialisasi ini, interaksi antar anggota keluarga
berlangsung secara intens.
ü Fungsi
sosial budaya > fungsi ini ditanamkan bertujuan untuk memberikan identitas
sosial kepada keluarga itu, termasuk anggota keluarga baru. Budaya diwariskan
awalnya dalam institusi ini.
ü Fungsi cinta
kasih > dalam keluarga idealnya terdapat “kehangatan”.
ü Fungsi
perlindungan > sifat dasar dari setiap individu adalah bertahan terhadap
segala ganguan dan ancaman. Dalam hal ini keluarga berperan sebagai benteng
terhadap seluruh anggota keluarga dari gangguan fisik maupun psikis.
ü Fungsi
reproduksi > keberlangsungan keluarga dilanjutkan melalui proses
regenerative, dalam hal ini keluarga adalah wadah yang sah dalam melanjutkan
proses regenerasi itu.
ü Fungsi
pendidikan > sebagai wadah sosialisasi primer, keluargalah yang mendidik dan
menanmkan nilai-nilai dasar. Ketika proses itu berjalan, perlahan-lahan
institusi lain (sekolah) akan mengambil peranan sebagai wadah sosialisasi
sekunder.
2
ü Fungsi
ekonomi > kesejahteraan keluarga akan tercapai dengan berfungsinya dengan
baik fungsi ekonomi ini. Keluargalah yang memenuhi kebutuhan-kebutuhan
sehari-hari anggota keluarganya.
ü Fungsi
lingkungan > fungsi ini erat kaitannya dengan hubungan dengan lingkungan
sekitar. Lingkungan yang harmonis merupakan kondisi apabila dimana dalam
fungsinya setiap keluarga bisa meyakinkan anggota keluarganya untuk bisa menjaga dan
melihat lingkungan sebagai satu entitas.
B.
Tujuan
1.
Agar
mahasiswa memahami pentingnya tata nilai dalam masyarakat
2.
Agar tata
nilai dalam masyarakat tidak pudar.
3.
Supaya
mahasiswa mengetahui dan memahami fungsi keluarga.
C.
Sasaran
1.
Supaya
setiap individu dan keluarga memelihara tata nilai dalam masyarakat.
2. Supaya
setiap individu dan keluarga bertanggung jawab atas tata nilai dalam kehidupan
bermasyarakat.
3. Supaya
setiap individu dan masyarakat melakukan tata nilai dalam masyarakat dengan
sebaik-baiknya.
3
BAB II
PERMASALAHAN
Dalam konteks hubungan
bermasyarakat kita mengenal adanya sistem nilai yang merupakan sebuah
kesepakatan yang dijadikan pedoman atau pegangan hidup dalam bersosialisasi,
namun seiring dengan perkembangan globalisasi dan modernisasi yang semakin
pesat, tata nilai dalam masyarakat tersebut berangsur-angsur ikut juga
bergeser, arah pergeseran dapat dilihat dalam sebuah skema disfungsi masyarakat
yang semakin melebar. Peran-peran
sosial yang seharusnya dijalankan oleh seseorang akan menjadi tidak mutlak
akibat pergeseran tata nilai yang terjadi
di masyarakat, masyarakat semakin tidak menghendaki sebuah kesadaran kolektif dalam membangun kebersamaan
dalam sosialisasi, akan tetapi skema fungsi sosial yang berkembang dewasa ini
lebih kepada bagaimana kita mempunyai reward ataupun nilai pengganti dari
sebuah peran yang seharusnya kita jalankan.
Analisis permasalahan Citra Individu dan Keluarga Menciptakan Tata Nilai Dalam Masyarakat
dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi lingkungan internal maupun
eksternal dilihat dari aspek :
1. Kekuatan
(Strength)
a.
Individu
ataupun keluarga memiliki citra yang baik dalam tata nilai masyarakat.
b.
Terciptanya
hubungan yang harmonis antar sesama masyarakat.
c.
Tata
nilai dalam masyarakat diterapkan di kehidupan sehari-hari oleh individu maupun
keluarga.
d.
Berperan
aktif dalam menciptakan kebersamaan, sosialisasi sebagai wujud tata nilai dalam
masyarakat.
2.
Kelemahan (Weakness)
a. Pudarnya sistem tata nilai masyarakat pada suatu
individu dan keluarga.
b. Adanya pergeseran tata nilai dalam masyarakat.
c. Peran keluarga atau fungsi keluarga yang tidak bisa
memberikan motivasi pada setiap individu di dalam keluarganya masing-masing.
d.
Sifat
egoisme yang ada pada diri individu maupun keluarga.
4
3. Peluang
(Opportunity)
a.
Citra
individu dan keluarga akan baik karena tata nilai masyarakat yang baik juga.
b.
Terciptanya
rasa saling tolong-menolong, gotong-royong antar masyarakat.
c.
Fungsi
sosial dan keluarga yang berkembang di masyarakat.
d.
Tata
nilai dalam masyarakat akan menjadi motivasi bagi kehidupan individu dan
keluarga.
4. Tantangan/
hambatan (Threats)
a.
Fungsi
keluarga dalam kehidupan individu dan keluarga tidak berfungsi.
b.
Perkembangan
globalisasi dan modernisasi yang semakin pesat, tata nilai
dalam masyarakat tersebut berangsur-angsur ikut juga bergeser.
c.
Nilai
kebersamaan yang sudah pudar dalam masyarakat.
d.
Disfungsionalnya
tata nilai-nilai dalam masyarakat.
5
BAB III
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
A. Kesimpulan
a.
Setiap
masyarakat atau individu memiliki tata nilai yang berbeda dengan
masyarakat lainnya tergantung pada nilai sosial dan kebudayaan masyarakat yang
bersangkutan.
b.
Keluarga
dapat memberikan peranan terpenting dalam tata nilai dalam masyarakat
c.
Gotong-royong
merupakan contoh tata nilai dalam masyarakat.
d.
Citra
tata nilai dalam masyarakat akan menjadi baik apabila kita bersikap sesuai
dengan tata nilai dalam masyarakat.
B. Rekomendasi
a.
Tata
nilai dalam masyarakat diterapkan di kehidupan sehari-hari oleh individu maupun
keluarga.
b. Pudarnya sistem tata nilai masyarakat pada suatu
individu dan keluarga.
c.
Tata
nilai dalam masyarakat akan menjadi motivasi bagi kehidupan individu dan
keluarga.
d.
Perkembangan
globalisasi dan modernisasi yang semakin pesat, tata nilai
dalam masyarakat tersebut berangsur-angsur ikut juga bergeser.
6
REFERENSI
7
Tidak ada komentar:
Posting Komentar