Kamis, 14 Juni 2012

Makalah 4 “Citra Individu Dan Keluarga Menciptakan Tata Nilai Dalam Masyarakat”

MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR 4
Citra Individu Dan Keluarga
Menciptakan  Tata Nilai Dalam Masyarakat





NAMA           : SOPHIA RATNA WILIS
KELAS          : 1KA33
NPM             : 16111866


UNIVERSITAS GUNADARMA
ATA 2011/ 2012





-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------




Mata Kuliah  :  Ilmu Budaya Dasar
Dosen : Muhammad Burhan Amin

Topik Makalah

citra individu dan keluarga
Menciptakan  tata NILAI dalam masyarakat

 


Kelas  :  1-KA33

Tanggal Penyerahan Makalah : 15 Juni 2012
Tanggal Upload Makalah  :  16 Juni 2012



 

P E R N Y A T A A N


Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.

Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.



P e n y u s u n



N P M
Nama Lengkap
Tanda Tangan








Program Sarjana Sistem Informasi


UNIVERSITAS GUNADARMA

 

 

i

 

 

 

KATA PENGANTAR



Puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, berkat karuniaNya Makalah Citra Individu Dan Keluarga Menciptakan  Tata Nilai Dalam Masyarakat selesai pada waktunya. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Muhammad Burhan Amin, selaku dosen Ilmu Budaya Dasar. Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari pada sempurna. Oleh karena itu, penulis berharap kritik dan saran bagi pembaca sekalian. Semoga makalah ini dapat memberi wawasan dan bermanfaat bagi pembaca sekalian.


Bekasi, 14 Juni 2012


             Penyusun





 ii





DAFTAR ISI

PERNYATAAN...................................................................  i
KATA PENGANTAR.......................................................... ii
 DAFTAR ISI........................................................................ iii

                 BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang.............................................................1
B.     Tujuan......................................................................... 3
C.     Sasaran....................................................................... 3

                 BAB II PERMASALAHAN........................................................... 4

                 BAB III PENUTUP
1.      Kesimpulan...............................................................  6
2.      Rekomendasi.............................................................  6

                 REFERENSI..................................................................................  7




 iii








BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Dalam kehidupan bermasyarakat, para individu menyepakati berbagai aturan mengenai sesuatu yang baik dan buruk, patut dan tidak patut, dihargai dan tidak dihargai, penting dan tidak penting.  Aturan-aturan ini berfungsi untuk mewujudkan keteraturan sosial. Kesepakatan aturan inilah yang disebut dengan nilai sosial.  Apabila nilai sosial tersebut dianggap cocok oleh seluruh warga, maka nilai itu dijadikan  landasan hidup bersama yang akan terus disosialisasikan dan diwarisi secara turun-menurun kepada generasi berikutnya.  Misalnya para orang tua yang mendidik anaknya untuk bersikap sopan dan santun, sering menolong sesama makhluk hidup dan nilai-nilai gotong royong. Penerapan nilai sosial dapat kita amati saat seorang mahasiswa bersikap jujur maka para dosen akan menilai baik, sedangkan ketika seorang mahasiswa berbohong  maka dia akan dinilai buruk perilakunya.
Setiap masyarakat  memiliki tata nilai yang berbeda dengan masyarakat lainnya tergantung pada nilai sosial dan kebudayaan masyarakat yang bersangkutan. Oleh karena itu nilai  sosial dan kebudayaan pada masyarakat tertentu dapat dianggap baik oleh warganya, tetapi dapat dianggap tidak baik oleh warga masyarakat lain. Pengertian tentang nilai sosial dari para tokoh sosiologi pada dasarnya sama, yakni : suatu perilaku atau tindakan  individu yang dianggap baik oleh kebanyakan warga masyarakatnya.  Mari kita pahami pengertian nilai sosial dari para tokoh :
a) Kimball Young berpendapat bahwa nilai sosial adalah asumsi yang abstrak dan sering tidak disadari apa yang baik dan benar dan apa yang dianggap penting oleh masyarakat.
b)  A.W. Green berpendapat bahwa nilai sosial sebagai kesadaran yang secara relatif berlangsung disertai emosi terhadap obyek.
c)  Soerjono Soekanto berpendapat bahwa nilai sosial adalah konsepsi abstrak didalam diri manusia mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk.



1



d)  C. Kluckhon berpendapat bahwa nilai sosial adalah ukuran-ukuran yang dipakai untuk mengatasi kemauan pada saat  dan situasi tertentu.
Ciri nilai sosial di antaranya sebagai berikut.
·  Merupakan konstruksi masyarakat sebagai hasil interaksi antarwarga masyarakat.
·  Disebarkan di antara warga masyarakat (bukan bawaan lahir).
·  Terbentuk melalui sosialisasi (proses belajar)
·  Merupakan bagian dari usaha pemenuhan kebutuhan dan kepuasan sosial manusia.
·  Bervariasi antara kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lain.
·  Dapat memengaruhi pengembangan diri sosial
·  Memiliki pengaruh yang berbeda antarwarga masyarakat.
·  Cenderung berkaitan satu sama lain.
Keluarga dapat memberikan peranan terpenting dalam tata nilai dalam masyarakat. Karena keluarga dapat memotivasi setiap individu di dalam keluarganya masing-masing. Fungsi keluarga yaitu :
ü  Fungsi agama > sebagai sarana awal memperkenalkan nilaai-nilai religius kepada anggota keluarga baru. Dalam proses sosialisasi ini, interaksi antar anggota keluarga berlangsung secara intens.
ü  Fungsi sosial budaya > fungsi ini ditanamkan bertujuan untuk memberikan identitas sosial kepada keluarga itu, termasuk anggota keluarga baru. Budaya diwariskan awalnya dalam institusi ini.
ü  Fungsi cinta kasih > dalam keluarga idealnya terdapat “kehangatan”.
ü  Fungsi perlindungan > sifat dasar dari setiap individu adalah bertahan terhadap segala ganguan dan ancaman. Dalam hal ini keluarga berperan sebagai benteng terhadap seluruh anggota keluarga dari gangguan fisik maupun psikis.
ü  Fungsi reproduksi > keberlangsungan keluarga dilanjutkan melalui proses regenerative, dalam hal ini keluarga adalah wadah yang sah dalam melanjutkan proses regenerasi itu.
ü  Fungsi pendidikan > sebagai wadah sosialisasi primer, keluargalah yang mendidik dan menanmkan nilai-nilai dasar. Ketika proses itu berjalan, perlahan-lahan institusi lain  (sekolah) akan mengambil peranan sebagai wadah sosialisasi sekunder.


 2



ü  Fungsi ekonomi > kesejahteraan keluarga akan tercapai dengan berfungsinya dengan baik fungsi ekonomi ini. Keluargalah yang memenuhi kebutuhan-kebutuhan sehari-hari anggota keluarganya.
ü  Fungsi lingkungan > fungsi ini erat kaitannya dengan hubungan dengan lingkungan sekitar. Lingkungan yang harmonis merupakan kondisi apabila dimana dalam fungsinya setiap keluarga bisa meyakinkan anggota keluarganya untuk bisa menjaga dan melihat lingkungan sebagai satu entitas.


B.     Tujuan

1.      Agar mahasiswa memahami pentingnya tata nilai dalam masyarakat
2.      Agar tata nilai dalam masyarakat tidak pudar.
3.      Supaya mahasiswa mengetahui dan memahami fungsi keluarga.

C.    Sasaran

1.      Supaya setiap individu dan keluarga memelihara tata nilai dalam masyarakat.
2. Supaya setiap individu dan keluarga bertanggung jawab atas tata nilai dalam kehidupan bermasyarakat.
3.  Supaya setiap individu dan masyarakat melakukan tata nilai dalam masyarakat dengan sebaik-baiknya.








3






BAB II
PERMASALAHAN

Dalam konteks hubungan bermasyarakat kita mengenal adanya sistem nilai yang merupakan sebuah kesepakatan yang dijadikan pedoman atau pegangan hidup dalam bersosialisasi, namun seiring dengan perkembangan globalisasi dan modernisasi yang semakin pesat, tata nilai dalam masyarakat tersebut berangsur-angsur ikut juga bergeser, arah pergeseran dapat dilihat dalam sebuah skema disfungsi masyarakat yang semakin melebar. Peran-peran sosial yang seharusnya dijalankan oleh seseorang akan menjadi tidak mutlak akibat  pergeseran  tata nilai yang terjadi di masyarakat, masyarakat semakin tidak menghendaki sebuah  kesadaran kolektif dalam membangun kebersamaan dalam sosialisasi, akan tetapi skema fungsi sosial yang berkembang dewasa ini lebih kepada bagaimana kita mempunyai reward ataupun nilai pengganti dari sebuah peran yang seharusnya kita jalankan. Analisis permasalahan Citra Individu dan Keluarga Menciptakan Tata Nilai Dalam Masyarakat dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi lingkungan internal maupun eksternal dilihat dari aspek :

1.      Kekuatan (Strength)
a.       Individu ataupun keluarga memiliki citra yang baik dalam tata nilai masyarakat.
b.      Terciptanya hubungan yang harmonis antar sesama masyarakat.
c.       Tata nilai dalam masyarakat diterapkan di kehidupan sehari-hari oleh individu maupun keluarga.
d.      Berperan aktif dalam menciptakan kebersamaan, sosialisasi sebagai wujud tata nilai dalam masyarakat.

2.      Kelemahan (Weakness)
a.       Pudarnya sistem tata nilai masyarakat pada suatu individu dan keluarga.
b.      Adanya pergeseran tata nilai dalam masyarakat.
c.       Peran keluarga atau fungsi keluarga yang tidak bisa memberikan motivasi pada setiap individu di dalam keluarganya masing-masing.
d.      Sifat egoisme yang ada pada diri individu maupun keluarga.






4



3.      Peluang (Opportunity)
a.       Citra individu dan keluarga akan baik karena tata nilai masyarakat yang baik juga.
b.      Terciptanya rasa saling tolong-menolong, gotong-royong antar masyarakat.
c.       Fungsi sosial dan keluarga yang berkembang di masyarakat.
d.      Tata nilai dalam masyarakat akan menjadi motivasi bagi kehidupan individu dan keluarga.

4.      Tantangan/ hambatan (Threats)
a.       Fungsi keluarga dalam kehidupan individu dan keluarga tidak berfungsi.
b.      Perkembangan globalisasi dan  modernisasi yang semakin pesat, tata nilai dalam masyarakat tersebut berangsur-angsur ikut juga bergeser.
c.       Nilai kebersamaan yang sudah pudar dalam masyarakat.
d.      Disfungsionalnya tata nilai-nilai dalam masyarakat.










5



BAB III
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI


A.    Kesimpulan
a.       Setiap masyarakat atau individu  memiliki tata nilai yang berbeda dengan masyarakat lainnya tergantung pada nilai sosial dan kebudayaan masyarakat yang bersangkutan.
b.      Keluarga dapat memberikan peranan terpenting dalam tata nilai dalam masyarakat
c.       Gotong-royong merupakan contoh tata nilai dalam masyarakat.
d.      Citra tata nilai dalam masyarakat akan menjadi baik apabila kita bersikap sesuai dengan tata nilai dalam masyarakat.

B.     Rekomendasi
a.       Tata nilai dalam masyarakat diterapkan di kehidupan sehari-hari oleh individu maupun keluarga.
b.      Pudarnya sistem tata nilai masyarakat pada suatu individu dan keluarga.
c.       Tata nilai dalam masyarakat akan menjadi motivasi bagi kehidupan individu dan keluarga.
d.      Perkembangan globalisasi dan  modernisasi yang semakin pesat, tata nilai dalam masyarakat tersebut berangsur-angsur ikut juga bergeser.











6



REFERENSI















 7







Tidak ada komentar:

Posting Komentar