PENGANTAR TELEMATIKA#
TUGAS 4
JARINGAN WIRELESS DAN TERMINAL
NAMA : SOPHIA RATNA WILIS
NPM : 16111866
UNIVERSITAS GUNADARMA
PTA 2014/2015
PTA 2014/2015
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
JARINGAN WIRELESS DAN TERMINAL
1.1 Pengertian Wireless
Wireless merupakan teknologi tanpa kabel yang dapat melakukan hubungan telekomunikasi dengan menggunakan gelombang elektromagnetik sebagai pengganti kabel. Saat ini teknologi wireless berkembang dengan pesat, secara kasat mata dapat dilihat dengan semakin banyaknya pemakaian telepon selular, selain itu berkembang pula teknologi wireless yang digunakan untuk akses internet.
1.2 Mekanisme Kerja Jaringan Wireless
Wireless terdapat dua buah topologi yang umum dan menjadi dasar cara kerjanya yaitu: Point to Point (P2P) dan Point to multi point (P2MP).
1. Point to Point (P2P)
Wireless merupakan teknologi tanpa kabel yang dapat melakukan hubungan telekomunikasi dengan menggunakan gelombang elektromagnetik sebagai pengganti kabel. Saat ini teknologi wireless berkembang dengan pesat, secara kasat mata dapat dilihat dengan semakin banyaknya pemakaian telepon selular, selain itu berkembang pula teknologi wireless yang digunakan untuk akses internet.
1.2 Mekanisme Kerja Jaringan Wireless
Wireless terdapat dua buah topologi yang umum dan menjadi dasar cara kerjanya yaitu: Point to Point (P2P) dan Point to multi point (P2MP).
1. Point to Point (P2P)
Point to Point (P2P) adalah topologi yang diterapkan untuk menghubungkan 2 buah access point dengan konfigurasi yang sama, artinya antenna penerima dan antenna pengirim diatur secara horizontal atau vertikal dua duanya. Topologi ini digunakan pada jarak jauh menggunakan antena directional. Frekuensi yang digunakan bisa 2,5 G, 5 G, 10 G dan lain-lain, dan harus memenuhi kriteria LOS atau Line Of Sight (terlihat tanpa ada penghalang di antaranya). Boleh ada penghalang di antaranya tetapi tidak boleh masuk dalam area jari-jari pertama Zone Fresnel (Fresnel Zone 1). Daya yang digunakan juga harus di sesuaikan, harus ada cadangan power jika terjadi hujan dan redaman atmosfer. Cadangan power untuk mengantisipasi redaman disebut Fading Margin. Perhitungan daya yang dibutuhkan antara 2 titik dengan jarak tertentu disebut Link Budget. Untuk kemampuan hardware, masing-masing produk berbeda-beda. Disesuaikan dengan kebutuhan. Point-to-point biasanya digunakan untuk jaringan backbone/trunk atau jaringan akses berkecepatan tinggi.
1
Configurasi setting pada Point to point yaitu :
- Menghubungkan 2 buah alat biasanya jarak jauh dan menggunakan antena directional
- Kedua alat cukup menggunakan lisensi level 4 ( bridge dan station )
- Bisa menggunakan propetiery setting ( nstream, custom frekuensi )
Contohnya yaitu saat sepasang antenna yang memiliki jarak satu kilo meter dipasang dengan posisi vertical dan dapat saling melihat (line of sight), dengan setting seperti ni maka antenna akan dapat mengirim kan sinyal dengan baik selama frekuensinya tidak tergangu baik dengan alasan Losses maupun Free space loss.
2. Point to multi point (P2MP)
- Menghubungkan 2 buah alat biasanya jarak jauh dan menggunakan antena directional
- Kedua alat cukup menggunakan lisensi level 4 ( bridge dan station )
- Bisa menggunakan propetiery setting ( nstream, custom frekuensi )
Contohnya yaitu saat sepasang antenna yang memiliki jarak satu kilo meter dipasang dengan posisi vertical dan dapat saling melihat (line of sight), dengan setting seperti ni maka antenna akan dapat mengirim kan sinyal dengan baik selama frekuensinya tidak tergangu baik dengan alasan Losses maupun Free space loss.
2. Point to multi point (P2MP)
Point to Multi Point (P2MP) digunakan untuk jarak dekat dan menggunakan Teknologi OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). Memanfaatkan penghalang sebagai media pemantul sinyal OFDM yang mempunyai banyak carrier (multi-carrier) sampai ke tujuan. Sehingga sinyal yang datang dari berbagai arah pantulan sampai di sisi penerima dan dibuat saling memperkuat. Jika jarak antar antena tidak ada penghalang maka jangkauannya akan lebih jauh. Frekuensi dan perhitungan power pada point to multi point hampir sama dengan point-to-point. Untuk coverage area jaringan point-to-multipoint bergantung pada besar kecilnya daya pancar BTS pada saat pengaturan awal.
Keunggulan jaringan point-to-multipoint yaitu
- Dapat membentuk jaringan yang baik walaupun terdapat penghalang NLOS (Not Line Of Sight).
- 1 buah akses point dapat melayani beberapa station
- Dapat sebagai base station
- Menggunakan antena omni atau sectoral
- Jika client berada pada satu area kita bisa menggunakan flat panel
- Mengunakan standard 802.11 b/g biar semua device bisa terkoneksi.
Keunggulan jaringan point-to-multipoint yaitu
- Dapat membentuk jaringan yang baik walaupun terdapat penghalang NLOS (Not Line Of Sight).
- 1 buah akses point dapat melayani beberapa station
- Dapat sebagai base station
- Menggunakan antena omni atau sectoral
- Jika client berada pada satu area kita bisa menggunakan flat panel
- Mengunakan standard 802.11 b/g biar semua device bisa terkoneksi.
2
Configurasi setting pada Point to multi point adalah
- Membutuhkan lisensi level 4
- Set mode AP-bridge
- Mode AP bridge dapat dibridge
- Mempunyai default autentifikasi untuk mac address akses list ( hanya radio tertentu yang bisa terkoneksi dengan AP tersebut )
Contohnya satu akses point digunakan untuk menyebarkan frekuensi kepada dua antenna yang kemudian menggunakan teknologi OFDM dan memperbolehkan terjadi NLOS, dengan catatan posisi antenna sama dan P2MP hanya dapat dilakukan pada jarak yang dekat.
1.3 Terminal dalam Telematika
Terminal merupakan data yang ditampilkan pada komputer pada jarak jauh atau dekat. Fungsi dasarnya adalah untuk berhubungan dengan komputer host. Terminal juga dikenali dengan beberapa istilah, seperti: CRT (Cathode Ray Tube), VDT (Video Display Terminal) atau display station.
Terminal dibagi atas 3 jenis, yaitu :
- Terminal dungu (dumb), yaitu terminal yang berfungsi hanya berupaya menghantar setiap karakter yang dikirimkan ke host dan menampilkan apa saja yang dikirim oleh host.
- Terminal ‘smart’ , yaitu terminal yang berfungsi menghantarkan informasi tambahan selain apa yang dikirim oleh pemakai seperti kode tertentu untuk menghindari kesalahan data yang terjadi.
- Terminal pintar (intelligent), yaitu terminal yang dapat diprogramkan untuk membuat fungsi-fungsi tambahan seperti kontrol terhadap penyimpanan ke storage dan menampilkan lay-out data dari host dengan lebih bagus.
Pada saat terminal/client/terminal/client melakukan proses booting, garis besar proses yang dijalankan adalah:
1. Mencari alamat ip dari dhcp server.
2. Mengambil kernel dari tftp server.
3. Menjalankan sistem file root dari nfs server.
4. Mengambil program X-server ke dalam memory dan mulai menjalankannya.
5. Melakukan hubungan dengan xdm server dan user login ke dalam xdm server.
- Membutuhkan lisensi level 4
- Set mode AP-bridge
- Mode AP bridge dapat dibridge
- Mempunyai default autentifikasi untuk mac address akses list ( hanya radio tertentu yang bisa terkoneksi dengan AP tersebut )
Contohnya satu akses point digunakan untuk menyebarkan frekuensi kepada dua antenna yang kemudian menggunakan teknologi OFDM dan memperbolehkan terjadi NLOS, dengan catatan posisi antenna sama dan P2MP hanya dapat dilakukan pada jarak yang dekat.
1.3 Terminal dalam Telematika
Terminal merupakan data yang ditampilkan pada komputer pada jarak jauh atau dekat. Fungsi dasarnya adalah untuk berhubungan dengan komputer host. Terminal juga dikenali dengan beberapa istilah, seperti: CRT (Cathode Ray Tube), VDT (Video Display Terminal) atau display station.
Terminal dibagi atas 3 jenis, yaitu :
- Terminal dungu (dumb), yaitu terminal yang berfungsi hanya berupaya menghantar setiap karakter yang dikirimkan ke host dan menampilkan apa saja yang dikirim oleh host.
- Terminal ‘smart’ , yaitu terminal yang berfungsi menghantarkan informasi tambahan selain apa yang dikirim oleh pemakai seperti kode tertentu untuk menghindari kesalahan data yang terjadi.
- Terminal pintar (intelligent), yaitu terminal yang dapat diprogramkan untuk membuat fungsi-fungsi tambahan seperti kontrol terhadap penyimpanan ke storage dan menampilkan lay-out data dari host dengan lebih bagus.
Pada saat terminal/client/terminal/client melakukan proses booting, garis besar proses yang dijalankan adalah:
1. Mencari alamat ip dari dhcp server.
2. Mengambil kernel dari tftp server.
3. Menjalankan sistem file root dari nfs server.
4. Mengambil program X-server ke dalam memory dan mulai menjalankannya.
5. Melakukan hubungan dengan xdm server dan user login ke dalam xdm server.
3
REFERENSI :
http://andgaa.web.id/cara-kerja-wireless/
http://chakyricky.blogspot.com/2014/01/teknologi-wireless-dan-terminal.html
http://chakyricky.blogspot.com/2014/01/teknologi-wireless-dan-terminal.html



Tidak ada komentar:
Posting Komentar