Jumat, 12 April 2013

TUGAS 3 PERILAKU PRODUSEN


PERILAKU PRODUSEN

Produsen yaitu orang yang menghasilkan barang atau jasa untuk dijual atau dipasarkan, dan sedangkan Produksi adalah usaha untuk menciptakan dan meningkatkan kegunaan suatu barang untuk memenuhi kebutuhan. Dengan pengertian lain Produksi merupakan konsep arus (flow consept), bahwa kegiatan produksi diukur dari jumlah barang-barang atau jasa yang dihasilkan dalam suatu periode waktu tertentu, sedangkan kualitas barang atau jasa yang dihasilkan tidak berubah.

Terdapat dua macam faktor produksi yaitu faktor produksi asli dan faktor produksi turunan:

1. Faktor produksi asli

Yang termasuk faktor produksi asli antara lain sebagai berikut :
  • Alam. Contohnya : tanah, air, udara, sinar matahari, tumbuh – tumbuhan, hewan, barang tambang.
  • Tenaga kerja. Tanpa adanya tenaga kerja, sumber daya alam yang tersedia tidak akan dapat dirubah atau diolah menjadi barang hasil produksi.
2. Faktor produksi turunan

Yang termasuk faktor produksi turunan adalah modal dan keahlian (skill).

Fungsi Produksi

Fungsi produksi merupakan interaksi antara masukan (input) dengan keluaran (output). Misalkan kita memproduksi jas. Dalam fungsi produksi, jas itu bisa diproduksi dengan berbagai macam cara. Kalau salah satu komposisinya diubah begitu saja, maka hasilnya juga akan berubah. Namun, output dapat tetap sama bila perubahan satu komposisi diganti dengan komposisi yang lain. Misalnya penurunan jumlah mesin diganti dengan penambahan tenaga kerja. 

Secara matematis, fungsi produksi dapat ditulis sebagai berikut :
Q = f(L, R, C, T)

Dimana :
Q         = jumlah barang yang dihasilkan (quantity)
F          = symbol persamaan (function)
L          = tenaga kerja (labour)
R         = kekayaan alam (resources)
C         = modal (capital)
T         = teknologi (technology)

Sebuah usaha produksi baru bisa bekerja dengan baik bila dijalankan oleh produsen atau yang sering kita sebut pengusahaPengusaha adalah orang yang mencari peluang yang menguntungkan dan mengambil risiko seperlunya untuk merencanakan dan mengelola suatu bisnis.

Pengusaha berbeda dengan pemilik bisnis kecil ataupun manajer. Bila hanya memiliki sebuah usaha dan hanya berusaha mencari keuntungan, maka orang itu barulah sebatas pemilik bisnis. Bila orang itu hanya mengatur karyawan dan menggunakan sumber daya perusahaan untuk usaha, maka orang itu disebut sebagai manajer. Pengusaha lebih dari keduanya. Pengusaha berusaha mendirikan perusahaan yang menguntungkan, mencari dan mengelola sumber daya untuk memulai suatu bisnis.

Agar berhasil seorang pengusaha harus mampu melakukan 4 hal sebagai berikut :

a. Perencanaan. Perencanaan antara lain terkait dengan penyusunan strategi, rencana bisnis, serta visi perusahaan. Ia harus tau apa yang ingin ia capai dan bagaimana cara mencapai tujuan tersebut.

b. Pengorganisasian. Semua sumber daya yang ada harus bisa ia kelola untuk mencapai tujuan perusahaannya, baik sumber daya, modal, maupun manusia.

c. Pengarahan. Agar rencana bisa terwujud, pengusaha wajib mengarahkan dan membimbing anak buahnya.

d. Pengendalian. Kemampuan ini ada hubungannya dengan bagaimana hasil pelaksanaan kerja tersebut. 

Persaingan global semakin pesat dengan persaingan yang sangat kuat, maka produsen dan perusahaannya harus mampu memikirkan perkembangan produksinya demi majunya perusahaan dalam persaingan.


Contoh Perilaku Produsen yang Merugikan :

Sawah dan Sumur Masyarakat Tercemar Limbah Pabrik di Bandung

Ketidakteraturan dalam proses pembuangan limbah pabrik mengakibatkan ratusan hektar sawah dan sumur air penduduk Kampung Ciwalengke, Kecamatan Majalaya. Kabupaten Bandung.

"Warga di sekitar kampung itu sudah banyak yang terkena penyakit gatal-gatal dan infeksi saluran pernafasan atas (ISPA)," kata anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bandung, Asep Saepulloh.

Menurutnya pencemaran terjadi bukan karena kesalahan pihak pabrik semata, melaikan juga kurangnya pengawasan dan kontrol dari Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Kabupaten Bandung.

"Banyak pabrik yang membuang limbah seenaknya. Tapi tidak mendapat teguran dari BPLH Kabupaten Bandung," kata Asep saat meninjau ke PT Wiss di Kampung Ciwalengke.

Asep menjelaskan bahwa Komisi C DPRD Kabupaten Bandung akan terus menindak tegas pabrik yang membuang limbah sembarangan, yang pada akhirnya dapat menimbulkan masalah sosial pada masyatakat yang terkena dampak tersebut.

" Untuk menangani pabrik yang masih mencemari lingkungan,  Komisi C DPRD Kabupaten Bandung akan
segera melakukan koordinasi kembali dengan BPLH Kabuapaten Bandung," ujarnya.

Menurut data dari Komisi C DPRD Kabupaten Bandung, selain PT Wiss masih ada 34 dari 154 pabrik yang ada di daerah ini, mengeluarkan limbah berbahaya secara sembarangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar