Kepemimpinan adalah suatu cara yang dilakukan oleh seorang pemimpin untuk mempengaruhi, memerintah, memberi contoh sikap dan perilaku yang baik untuk para bawahan atau pengikut-pengikutnya. Menurut pendapat saya, pemimpin yang baik itu mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
- Memiliki kebijaksanaan dalam menyikapi segala sesuatu hal.
- Dapat menjadi tauladan untuk para bawahan atau pengikutnya.
- Tidak berlaku semena-mena terhadap bawahannya.
- Adanya hubungan baik antara pemimpin dengan bawahannya.
- Mempunyai rasa solidaritas yang tinggi.
Dengan mempunyai pemimpin yang baik, para anggota atau bawahan akan merasa lebih nyaman dengan semua kegiatan yang dilakukannya tanpa adanya rasa beban dipikiran mereka. Para anggota pun juga akan selalu menghormati dan menghargai apa yang dilakukan pemimpinnya. Hubungan yang baik antara pemimpin dengan anggotanya akan berpengaruh juga terhadap kepemimpinan suatu organisasi atau perusahaan. Dapat terlihat kepemimpinan yang dipimpinnya itu berjalan dengan baik atau tidak. Apabila kepemimpinan itu tidak berjalan dengan baik, maka akan terjadi banyak masalah yang akan timbul. Menurut saya, pemimpin yang kurang baik itu seperti :
- Tidak adanya saling mengahargai dan solidaritas antara pemimpin dengan anggotanya.
- Selalu bersikap yang kurang baik, tidak dapat dijadikan contoh.
- Tidak ada hubungan yang baik antara pemimpin dan anggotanya.
Mempunyai pemimpin yang kurang baik, maka para anggota dan bawahan akan merasa tidak nyaman selama berada di tempat kerja. Para anggota pun juga akan melakukan segala sesuatunya dengan tidak maksimal, karena anggotanya tidak merasa dihargai oleh pemimpinnya.
Gaya Kepemimpinan
Gaya kepemimpinan adalah suatu pola perilaku yang konsisten ditunjukan dan sebagai yang diketahui pihak lain ketika berusaha mempengaruhi kegiatan orang lain.
Gaya Kepemimpinan yang baik adalah pemimpin yang demokratis karena pemimpin demokratis dapat menempatkan organisasi sebagai keseluruhan diatas kepentingan diri sendiri atau kepentingan kelompok tertentu dalam organisasi, bersifat rasional dan objektif dalam menghadapi bawahan dalam menilai perilaku dan prestasi kerja karyawan, dan mengakui dan menjunjung tinggi harkat dan martabat para bawahannya sebagai makhluk sosial dan sebagai individu yang mempunyai jati diri masing-masing yang khas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar