Selasa, 04 Maret 2014

TUGAS 1

A.     Kutipan

Karya ilmiah dapat mengutip pendapat, konsep dan teori dari sumber lain dengan menyebutkan sumbernya sesuai dengan notasi yang diacu oleh penulis. Ada dua cara mengutip pendapat, konsep dan teori yaitu kutipan langsung dan kutipan tidak langsung.

1.  Kutipan langsung

Kutipan langsung adalah pengambilan sumber yang dilakukan dengan cara apa adanya sesuai dengan aslinya, tanpa mengubah apapun baik itu ejaan, tanda baca, kata, susunan kalimat, bahasanya sampai maknanya. Pada kutipan langsung, nama pengarang dan tahun diikuti dengan halaman dari mana kutipan diambil.

a.    Kutipan Langsung Pendek
Apabila kutipan langsung jumlah barisnya tidak melebihi 3 baris maka tempatkanlah kutipan itu sebagai bagian kalimat di dalam teks dengan cara diberi tanda kutip.
Contoh : 
Mengenai kalimat efektif Anton M. Moeliono (1990:72) mengemukakan, “Kalimat yang efektif dapat dikenal karena ciri-cirinya seperti keutuhan, perpautan, pemusatan perhatian, dan keringkasan.”

b.    Kutipan langsung Panjang

Apabila kutipan langsung jumlahnya melebihi 3 baris, maka tempatkanlah kutipan ini terpisah dari teks, berjarak 1 spasi, rata kiri dan masuk 5 ketukan dari margin kiri, tanpa mengubah jenis maupun ukuran tulisan.
Contoh
Dalam permasalahan manajemen kas Maurice Levi mengemukakan :
The objective of effective working-capital management in an international environment are both to allocate short term investments and cash balance holdings between currencies and countries to maximize overall corporate returns and to borrow in different money markets to achieve the minimum cost (Levi, 1990, p. 286)

Jika dalam kutipan tersebut perlu dihilangkan beberapa kata atau bagian dari kalimat, maka diberi tanda titik tiga buah di awal dan akhir kutipan.
Contoh:
Teori Refleksivitas menurut George Soros (1994:42) dalam The Alchemy Finance menyatakan bahwa “…Functions need an independent variable in order to produce a determinate result, but in this case the independent variable of one function is the dependent variable of the other…”

2.    Kutipan Tidak Langsung

Kutipan tidak langsung adalah kutipan yang menuliskan kembali dengan kata-kata sendiri (parafrase). Kutipan ini dapat dibuat panjang atau pendek dengan cara mengintegrasikan dalam teks, tidak diapit dengan tanda kutip dan menyebutkan sumbernya sesuai dengan teknik notasi yang dijadikan pedoman dalam menulis karya ilmiah. Contoh kutipan tidak langsung:
Pendapat lain tentang unsur-unsur buku teks pelajaran dipaparkan oleh Sitepu, Beliau menyatakan bahwa secara anatomis fisik buku teks pelajaran terdiri dari kulit buku, bagian depan buku, bagian teks buku, dan bagian belakang buku.1

1B.P. Sitepu, Penulisan Buku Teks Pelajaran (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2012), h. 160

Tanda catatan kaki diletakkan di ujung kalimat yang kita kutip dengan mempergunakan angka Arab yang naik diketik setengah spasi. Catatan kaki dengan mempergunakan angka diberi nomor mulai dari angka 1 sampai habis catatan kaki dalam satu bab. Untuk bab baru catatan kaki dimulai lagi dengan angka 1 dan seterusnya.

Dalam satu kalimat dapat mengutip lebih dari satu kutipan. Setiap pernyataan atau konsep yang dikutip diberi tanda kutip. Semua tanda kutip disebutkan sumbernya pada catatan kaki. Contoh kutipan lebih dari satu kutipan dalam satu kalimat.

Emosi adalah persepsi mental yang merupakan umpan balik dari stimulus1,bila ditinjau dari sudut pandang biologi emosi adalah  ekspresi dan perasaan.yang ada pada cortex2,  sedangkan emosi dari konteks sosial adalah perasaan pribadi dan pendekatan perilaku sebagai bawaan. 3
1Joseph LeDoux, The Emotional Brain (New York: Simon & Schuster, 1996), p. 143.
2K.T. Strangman, The Psychology of Emotion (New York: Chichester, John Wiley and  Sons, 1996), p. 143.
3Peter Salovey and D.J. Sulyster, Emotional Develompment and Emotional  Inteligence(New York: Basic Books, 1997), p. 13


B.     Catatan Kaki

          Catatan kaki adalah penyebutan sumber yang dijadikan kutipan. Tujuan utama catatan kaki adalah mengidentifikasi lokasi yang spesifik dari karya yang dikutip.
Fungsi catatan kaki yaitu :
  1. Memberikan penghargaan terhadap sumber yang dikutip;
  2. Pendukung keabsahan penemuan atau penyataan penulis yang tercantum di dalam teks atau sebagai petunjuk sumber;
  3. Tempat memperluas pembahasan yang diperlukan tetapi tidak relevan jika dimasukkan di dalam teks (penjelasan ini dapat berupa kutipan pula);
  4. Referensi silang, yaitu petunjuk yang menyatakan pada bagian mana atau halaman berapa, hal yang sama dibahas di dalam sebuah tulisan;
  5. Aspek legalitas untuk izin penggunaan karya tulis yang dikutip;
  6. Tempat menyatakan penghargaan atas karya atau data yang diterima dari orang lain;
  7. Serta yang terpenting adalah etika akademik dalam masyarakat ilmiah sebagai wujud kejujuran penulis. 


Kalimat yang dikutip tersebut harus dituliskan sumbernya secara tersurat dalam catatan kaki. Kutipan yang diambil dari halaman tertentu harus disebutkan halamannya dengan singkatan hal, h, dan atau p,  umpamanya, hal. 143., h.143. atau p.143. Sekiranya  kutipan itu disarikan dari beberapa halaman maka dituliskan halaman-halaman yang dimaksud, umpamanya, hal. 143., hh. 6-10. atau pp. 6-10. Contoh:
1Dali S. Naga, Pengantar Teori Skor pada Pengukuran Pendidikan (Jakarta: Besbats, 1992), h. 306.
2R. I. Arends, Learning to Teach (Singapore: McGraw-Hill Book Company, 1989), hh.12-16.

Catatan kaki ditulis dalam satu spasi dan dimulai langsung dari pinggir, atau dapat juga dimulai setelah beberapa ketukan ketik dari pinggir, asalkan dilakukan secara konsisten. Nama pengarang yang jumlahnya sampai tiga orang dituliskan lengkap sedangkan jumlah pengarang lebih dari tiga orang hanya dituliskan nama pengarang pertama ditambah kata et al.(et alii, artinya, dan kawan-kawan). Contoh :
3David L. Goetsch and Stanley B. Davis, Quality Management: Introduction to Total Quality Management for Production, Processing, and Service (New Jersey:  Prentice-Hall, Inc., 2000), p. 35.
4Ronald K. Hambleton, H. Swaminathan and H. Jane Rogers,Fundamentals of Item  Response Theory  (London: Sage Publications, 1991), hh.12-13.
5John A. R. Wilson et al., Psychological Foundation of Learning and Teaching (New York: McGraw-Hill Book Company, 2004), h. 406.

Jika nama pengarangnya tidak ada maka langsung saja nama bukunya dituliskan atau dituliskan Anon. (Anonymous) di depan nama buku tersebut. Sebuah buku yang diterjemahkan harus ditulis baik pengarang maupun penterjemah buku, sedangkan sebuah kumpulan karangan cukup disebutkan nama editornya sebagai berikut:
6 Anonim Rencana Strategi Pendidikan (Jakarta:Kementerian Pendidikan Nasional, 2010).
7 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem  Pendidikan Nasional Pasal 2, ayat 1.
8 Peter Lauster, Tes Kepribadian penterj. transl. D.H. Gulo  (Jakarta: Gramedia: 2007), h. 27.
9K.R. Rose and G. Kasper (Eds). Pragmatics in Language Teaching (Cambridge: Cambridge University Press: 2010), h.13.

Sebuah makalah yang dipublikasikan dalam majalah, koran, kumpulan karangan atau dituliskan dalam forum ilmiah dituliskan dalam tanda kutip disertai informasi mengenai makalah tersebut:
10Defri Werdiono,“Upaya Menyelamatkan Gambut,” Kompas, 10 Agustus 2010, h.16.
11Douglas Koch dan Mark Sanders, “The Effects of Solid Modeling and Visualization on Technical Problem Solving,” Journal of Technology Education, Vol. 22 (2), Spring2011, hh. 1-5.
12H. Diessel dan M. Tomasello, “Why Complement Clauses Do Not Include a That-Coplementizer in Early Child LanguageProceedings of the Berkeley Linguistic Society, 2009, h. 14.
13Jujun S. Suriasumantri,  “Pembangunan Sosial Budaya Secara Terpadu dalam  Masalah Sosial Budaya Tahun 2000: Sebuah Bunga Rampai  (Eds) Soedjatmoko et. al. (Yogyakarta: Tiara Wacana, 1986),hh. 10-15.
Pengulangan kutipan dengan sumber yang sama dilakukan dengan memakai notasi op. cit.(opere citato, artinya, dalam karya yang telah dikutip dipergunakan untuk catatan kaki dari sumber yang pernah dikutip, mengacu kepada perujukan pertama pada buku, tetapi telah disisipi catatan kaki lain dari sumber lain) dan loc.cit. (singkatan dari loco citato, artinya tempat yang telah dikutip), seperti di atas tetapi dari halaman yang sama. Urutannya nama pengarang, loc.cit (tanpa nomor halaman jika masih berada pada halaman yang sama, diberi nomor halaman jika berbeda). Pengulangan kutipan dengan sumber yang sama dilakukan dengan pengulangan nama pengarang tidak ditulis lengkap melainkan cukup nama familinya saja. Sekiranya pengulangan dilakukan dengan tidak diselingi oleh pengarang lain maka dipergunakan notasi ibid. seperti tampak dalam contoh berikut:
14Ibid., h. 131.
15Ibid.
Artinya, dalam catatan kaki nomor 14  kita mengulangi kutipan dari karangan Jujun S. Suriasumantri seperti tercantum dalam catatan kaki nomor 13 dengan nomor halaman yang berbeda. Sementara dalam catatan kaki nomor 15, kita mengulangi kutipan dari karangan Jujun S. Suriasumantri seperti tercantum dalam catatan kaki nomor 13 dan tidak diselngi oleh pengarang lain dengan nomor halaman yang sama.
Sekiranya kita mengulang karangan H. Diessel & M. Tomasello  dalam catatan kaki nomor 12 yang terhalang oleh karangan Jujun S. Suriasumantri maka kita tidak lagi menggunakan ibid.melainkan op. cit. seperti contoh di bawah ini:
15Diessel dan Tomasello, op. cit.
Ulangan halaman yang berbeda dan telah diselang oleh pengarang lain ditulis dengan mempergunakan loc. cit. sebagai berikut:
16Diessel dan Tomasello, loc.cit.,h.7.
Sekiranya dalam kutipan yang dipergunakan terdapat seorang pengarang yang menulis beberapa karangan maka penggunaan loc. cit.atau op. cit.akan membingungkan. Oleh sebab itu sebagai penggantinya dapat dituliskan nama pengarangnya. Bila judul itu panjang maka dapat dilakukan  penyingkatan selama  hal  itu mampu  mewakili judul karangan yang dimaksud. Contoh 17Diessel dan Tomasello, Why complement clauses, p. 9.
Kadang-kadang kita ingin mengutip sebuah pernyataan yang telah dikutip dalam karangan orang lain. Untuk itu maka kedua sumber itu dituliskan sebagai berikut:
18Guilford di dalam Howard Gardner, Frames  of Mind   (New York: Basic Books. Inc.  Publisher, 1983),  hh. 73-75.


Semua kutipan tersebut di atas, baik yang dikutip langsung maupun tidak langsung, sumbernya kemudian disertakan dalam daftar pustaka.

CONTOH KUTIPAN DAN CATATAN KAKI :











Tidak ada komentar:

Posting Komentar